| Nubdzah Fil Aqidah Al-Islamiyyah
| Karya : Syaikh Muhammad Ibn Shalih Al-Utsaymin Rahimahullahuta’ala
| Pengajar : Ustadz Abu Usamah Rahmat Hidayat Hafidzahullah
| PERTEMUAN-2 [UNDUH AUDIO]
Agama Islam(Lanjutan)
Beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam adalah membenarkan apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam disertai dengan penerimaan dan juga ketundukan bukan sekedar pembenaran.
Karena inilah Abu Thalib itu bukanlah tergolong orang yang beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam namun beliau membenarkan apa yang dibawa oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi Wa Sallam dan Abu Thalib mempersaksikan bahwasannya apa yang dibawa oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi Wa Sallam yaitu agama Islam termasuk sebaik-baik agama.
Agama Islam mengandung seluruh maslahat-maslahat yang mana terkandung pada agama-agama terdahulu, agama Islam memiliki keistimewaan diatas agama-agama terdahulu dengan keadaan agamanya sesuai untuk seluruh zaman, tempat dan ummat.
Agama Islam senantiasa cocok dan sesuai untuk setiap waktu, tempat dan ummat. Berbeda dengan syariat terdahulu yang disesuaikan dengan keadaan ummatnya, disesuaikan dengan tempatnya, disesuaikan dengan waktunya. Karena para Nabi dan Rasul terdahulu diutus kepada kaumnya masing-masing, sedangkan Nabi kita Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wa Sallam yang membawa Islam sebagai agama yang terakhir, sesuai dengan setiap waktu, tempat dan ummat[1].
Makna keberadaan Islam sesuai dengan setiap waktu, tempat dan ummat ialah berpegang teguh dengan agama Islam tidak bertentangan dengan maslahat-maslahat ummat di waktu dan tempat mana saja. Bahkan berpegang teguh dengan agama Islam merupakan kebaikan bagi ummat.
Makna yang salah tentang keberadaan Islam sesuai dengan setiap waktu, tempat dan ummat ialah bahwa Islam tunduk dan dipermainkan sesuai hawa nafsu kepada setiap waktu, tempat dan ummat. Sebagaimana yang diinginkan oleh sebagian manusia.
Agama Islam adalah agama yang haq, Allah menjamin bagi orang yang berpegang teguh dengan sebenar-benarnya pada Islam, Allah jamin akan menolongnya dan Allah akan memberikan kemenangan kepadanya diatas orang yang berpegang kepada selain Islam[2].
Maka dari ayat ini juga kita bisa mengambil faedah, bahwasannya ketika kita ingin menjadi orang-orang yang menang diatas ummat-ummat yang lain, ingin mendapatkan kekuasaan di muka bumi. Syaratnya harus beriman kepada Allah dengan iman yang benar dan juga beramal dengan amal shalih tanpa mempersekutukan Allah sedikitpun.
Agama Islam adalah aqidah dan syariat. Agama Islam itu sempurna dalam
aqidah dan syariat.
- Islam memerintahkan untuk mentauhidkan Allah Ta’ala dan Islam melarang dari kesyirikan
- Islam memerintahkan untuk jujur dan melarang dari dusta
- Islam memerintahkan untuk adil dan melarang kezhaliman
- Islam memerintahkan untuk amanah dan melarang sikap khianat
- Islam memerintahkan untuk menunaikan janji dan melarang mengingkari janji
- Islam memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua dan melarang dari durhaka kepada orang tua
- Islam memerintahkan untuk menyambung silaturahim(karib kerabat) dan melarang memutus silaturahim
- Islam memerintahkan untuk baik dengan tetangga dan melarang berbuat jelek kepada tetangga
Adil adalah menyamakan antara sesuatu yang sama/serupa, membedakan antara sesuatu yang berbeda. Adil bukan artinya menyamakan secara mutlak, sebagaimana yang diucapkan sebagian manusia “agama Islam itu agama persamaan”.
Sesungguhnya menyamakan antara sesuatu yang berbeda adalah kezhaliman.
Secara Umum, Islam memerintahkan kepada seluruh akhlak yang utama dan Islam
melarang dari seluruh akhlak yang rendah. Islam memerintahkan kepada seluruh
amal shalih dan melarang dari seluruh amal jelek[3].
[3] An-Nahl 90