| Nubdzah Fil Aqidah Al-Islamiyyah

| Karya : Syaikh Muhammad Ibn Shalih Al-Utsaymin Rahimahullahuta’ala

| Pengajar : Ustadz Abu Usamah Rahmat Hidayat Hafidzahullah

| PERTEMUAN-8 [UNDUH AUDIO]

Beriman Kepada Allah Ta’ala(Lanjutan)

#2.Kelompok Musyabihah, menetapkan Nama dan Sifat Allah namun disertai dengan penyerupaan dengan makhluk disertai sangkaan bahwasannya ini adalah tuntutan dari penunjukkan nash, karena Allah berbicara kepada hamba dengan apa yang mereka pahami.

Bathilnya Musyabihah:

  • Penyerupaan Allah dengan makhluk adalah perkara yang dibathilkan oleh akal dan syariat. Tidaklah mungkin tuntutan nash menunjukkan pengertian yang bathil
  • Allah Ta’ala berbicara kepada hamba dengan apa yang mereka pahami dari sisi asal makna, adapun hakikat maknanya termasuk apa yang Allah simpan dengan IlmuNya pada apa yang berkaitan dengan Dzat Allah dan SifatNya

(4)Allah Maha Mendengar, asal makna mendengar itu sudah dimaklumi, menjangkau suara. Akan tetapi hakikat sebenarnya dari Maha Mendengar Allah Ta’ala tidak diketahui. Karena sesungguhnya hakikat mendengar antar makhlukpun berbeda-beda, maka perbedaan hakikat antara Allah dengan makhluk tentunya lebih besar.

Apabila Allah Ta’ala mengabarkan tentang DiriNya Beristiwa Diatas Arsy, maka sesungguhnya istiwa dari sisi asal makna sudah dimaklumi. Akan tetapi hakikat Istiwa Allah itu tidak diketahui bagi makhluk. Hakikat istiwa antar makhluk pun berbeda-beda, maka perbedaan hakikat Istiwa antara Allah dengan makhluk tentunya lebih besar.

Buah dari beriman kepada Allah(Beriman kepada Wujud, Rububiyah, Uluhiyah dan Asma Wa Shifat Allah):

  • Mewujudkan tauhid kepada Allah Ta’ala, tidak menggantungkan harapan, tidak merasa takut serta tidak beribadah kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala
  • Kesempurnaan pengagungan kepada Allah dengan konsekuensi dari Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah Yang Maha Tinggi
  • Mewujudkan ibadah kepada Allah dengan melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang